Bistara Bubble Drinks – the History

Tidak terfikir sama sekali kalau kami bakal menjalani usaha minuman semacam Bubble Drinks yang sudah jalan kurang lebih hampir 3 tahun ini. Sebelumnya seperti sudah saya ceritakan di posting sebelumnya, kami mulai memberanikan diri ber-wirausaha itu dengan membuka Warung Internet (Warnet) yang pada masanya sangat laris dan ramai peminat.

Berawal dari seorang ‘saudara’ pelanggan warnet yang juga tetangga kami yang sedang kebingungan ingin membuka usaha dan ingin bekerja sama dengan suami untuk ber-wirausaha. Karena sepeninggal ayahnya, dia memutuskan untuk tidak kembali lagi ke USA dimana dia bekerja sebagai seorang chef. Kebetulan di dekat rumah kami ada yang membuka usaha minuman Bubble Drinks (sebut saja “Bubble Drinks A”), ramainya jangan di tanya..sampai antri panjang lohhh, dan kami juga sempat jadi salah satu pelanggan mereka karena memang Bubble Drinks masih jarang dijual di luaran Mall dan rasanya juga enak segar dan ada sensasi kenyalnya tapioca pearl di dalamnya dengan harga yang amat sangat terjangkau di semua kalangan, cuma Rp. 5.000,- saja 🙂 Dan mereka jadi yang pertama yang berjualan Bubble Drink di lingkungan rumah kami.

Melihat fenomena ramainya Bubble Drinks itu, suami saya serta merta memberi ide untuk membuka usaha Bubble Drinks juga. Dengan konsep-konsep marketing yang dikemukakan, singkatnya sang partner inipun setuju. Oh ya, dia menawarkan diri sebagai donatur penuh, tau kan ya maksudnya? yaa..semua modal usaha sepenuhnya dari dia dan suami yang menjalankan dalam arti kata kita yang akan mengerjakan segala sesuatunya dan memberi laporan detail jurnal bulanannya. OK deal!

Tanpa harus terlalu panjang, akhirnya suami mulai survey Franchisor Bubble Drinks dan memilih yang di rasa ‘tepat’. Sampai akhirnya segala sesuatunya selesai termasuk training/pelatihan pembuatan bubble drinks, formula, memasak Tapioca Pearl dll. Tapi kami agak sedikit ragu begitu mencoba hasil dari formula yang diberikan karena rasanya jauh dari apa yang kita harapkan. Of course karena kita sudah merasakan bubble drinks yang sudah ada. Nasi sudah menjadi bubur, sudah terlanjur ber-Mitra dengan Franchisor tersebut, akhirnya kami berinovasi dengan menambahkan bahan-bahan baku yang kami rasa kurang. Entah berapa komponen yang kami tambahkan demi mendapatkan rasa yang minimal SAMA atau LEBIH ENAK dari bubble drinks yang sudah ada. The show must go on hehhee..

Setelah semua siap, mulailah kita berjualan Bubble Drinks di depan Warnet kami dengan label/bendera si Franchisor tersebut sebagai kompetitor *nekat ya hahah.. cuma bertahan 2 minggu saja. Entahlah mungkin dari awal sudah ada yang salah, dan kerja sama yang ternyata tidak seindah yang dibayangkan 😀 Banyak konflik yang mulai bermunculan dan tidak berjalannya usaha sesuai dengan konsep awal dan jalan pikiran yang tidak sejalan *tidak usah dibahas ya* Akhirnya kami memutuskan untuk mengundurkan diri dari kerja sama ini dan meneruskan usaha Warnet kami 😀

Tapi Tuhan ternyata punya rencana lain buat kami dan membuka jalan untuk tetap melanjutkan usaha Bubble Drinks ini  dengan inovasi ‘ramuan’ kami sendiri. Voila! aha! Ide-ide dan konsep-konsep yang sudah kami tawarkan waktu itu dengan sang mantan Partner kembali menari-nari di atas kepala kami. “Daripada kita sewakan ‘lapak’ untuk orang lain kenapa bukan kita saja sendiri yang membuka Usaha di situ?”

“Kenapa bukan kita sendiri saja yang megibarkan ‘bendera’ Bubble Drinks?” It’s gonna be “Bistara Bubble Drinks” meneruskan ‘bendera’ Warnet kami “Bistara Net” 🙂

Kami pun semangat dan begitu menggebu, dan langsung membuat eksperimen-eksperimen rasa dari formula yang sebelumnya di tawarkan kepada kami oleh si Franchisor sebelumnya. Tanpa kenal lelah dan tidak pernah berhenti untuk mencoba mendapat formula/rasa yang benar-benar PAS dan ENAK! Akhirnya sampai pada kesimpulan akhir, RASA yang kami ciptakan setidaknya SAMA dengan rasa yang di jual oleh Bubble Drinks A.

Seiring berjalannya waktu kami terus berimprovisasi untuk meningkatkan kualitas rasa sambil kita belajar mengembangkan diri, respon dari Customerpun luar biasa, dan bahkan mendapat pengakuan kalau rasa yang kami tawarkan berbeda dari yang sudah ada. Dengan penyajian yang kami buat lebih lembut dan creamy membuat sensasi rasanya lebih kuat dan berbeda.. (katanya pelanggan lhoo.. :D) Gak kalah dari yang di mall katanya.. 😀 Puji Tuhan.. Pelanggan senang dan puas, kamipun senang dan puas pula. Bikin tambah semangat.

Tahun demi tahun berlalu, Puji Tuhan sudah ada kurang lebih 70 gerai/booth yang aktif di beberapa daerah di luar Bekasi ini, diantaranya Ciamis, TasikMalaya, Pangandaran, dsk, Cilacap, Tegal, Palembang, Subang, Jogja, Kroya, Sragen, Bali, Banyumas, Pekalongan, Kebumen, Purwokerto, Gresik,Bengkulu,Medan, dan beberapa gerai di daerah Bekasi sendiri dan Jakarta.

NEW UPDATE! 

Dalam proses opening, Bistara Bubble Drinks Medan Part 2 di Depan Kampus Universitas Negeri Medan (#UNIMED)  dan di Bengkulu-SumSel 🙂 Semoga semua terlaksana dengan lancar sampai nanti opening. Buat teman-teman yang di sana, silahkan nanti mampir dan di coba ya 😀

Yang tertarik untuk mencoba usaha Bubble Drinks kami monggo silahkan visit dan baca-baca penawaran paket ONE STOP dari kami di >>>>SINI<<<<  #promosi 😀 

Solid Team..

Image


Team Work yang solid merupakan bagian yg penting dalam suatu organisasi, karena akan memberikan kerja sama yg baik antar personal dan sikap saling mendukung untuk mencapai hasil terbaik dalam situasi apapun.

Puji Tuhan hampir setahun belakang ini bisa dibilang kita sudah punya ‘SOLID TEAM’ Mudah-mudahan  bisa langgeng sampai seterusnya secara susah banget cari SDM yang bener-bener loyal mau kerja dengan serius. Solid dalam arti sudah bisa dipercaya dan bisa di berikan tanggung jawab dalam keadaan-keadaan darurat. Sudah tau apa yang harus mereka kerjakan tanpa harus menunggu komando. Tinggal pembinaan lebih dalam aja supaya mereka lebih mengerti tentang konsistensi kerja dan berusaha tetap membuat mereka nyaman dan ‘betah’ kerja dengan kita heheh..

Mereka adalah Hapid & Ajun 😀

And they have been working very hard! Karena selain mereka bisa sepenuhnya meng-handle booth, mereka juga melakukan pekerjaan produksi bahan baku yang kita supply untuk para Mitra/Franchisor. Jadi kerjanya luar dalam 😀

 

Image

Produksi bahan baku yang kita sebut meracik melali tahap mencampur dan mengaduk bahan-bahan baku, menimbang, mengemas, sealing dan labelling. Selain itu mereka juga mengontrol stock  bahan baku di gudang secara keseluruhan, dan juga packing barang (bahan baku) untuk dikirim/supply ke para Mitra/Franchisor. Belum lagi belanja kebutuhan-kebutuhan lain yang harus di pick up ke supplier.

Banyak ya kerjaannya? 😀 Terlebih dengan permintaan/Order Franchise yang bisa di bilang meningkat di daerah-daerah luar jabodetabek, sering mengharuskan mereka untuk lembur non-stop. Fyuuhhh!

Great Job, Team! Semangat terus ya!

Bersyukur deh punya Team Work seperti kalian. Biarpun kadang kalian ada ‘gesekan-gesekan’ selama kerja, well itu hal biasa. Siapapun pasti pernah mengalami pergesekan, beda pendapat, perselisihan atau salah paham. Tapi sejauh ini selalu bisa terselesaikan dengan baik melalui meeting & briefing. 🙂 God Bless you!

Go BISTARA BUBBLE..!! 😀

“Bunuh Diri?”

Kompetitor sudah beberapa hari ini menaikkan harga minumannya jadi Rp. 6.000,-/Cup. Uhmm semacam bunuh diri jadinya hehehe… But good for us LoL, memudahkan kita untuk nggak usah ngos-ngosan (lagi) promo sana-sini demi selangkah or dua bahkan tiga langkah di depan 😀

Gak  tau juga ya kenapa mereka mengambil keputusan ‘bodoh’ begitu? apa mungkin over confident bahwa kualitas produknya lebih unggul dari yang lain? ya bisa jadi, sah-sah saja toh..? Tapi kenapa saya bilang ‘bodoh’ ? Karena mereka punya kompetitor di lokasinya.. dengan menaikkan harga dari 5000 jadi 6000 itu udah otomatis bikin pelanggan kabur karena pelanggan itu sifatnya gak mau rugi dan gak mau ribet, maunya simple, enak, dan lebih murah.

ImageKalau ada yang lebih enak dan lebih murah, ngapain beli yang lebih mahal dan ‘tidak lebih’ enak? #eh =)) Pelanggan akan lebih mudah mengeluarkan uang ‘gocengan’ bulet ketimbang harus korek2 saku nyari uang ribuan tambahannya.

Lagipula, kita sebagai kompetitor mereka (yg notabene seperti bener-bener ngajak perang haha) karena kita buka usaha yang sama dengan mereka tidak jauh dari lokasi mereka. Well kita kan bersaing sehat saja. Soal rasa, biarkan pelanggan/customer sendiri yang merasakan dan membedakan sensasi rasa masing-masing. Gak perlu kita terlalu heboh koar-koar bahwa kualitas rasa kita jauh lebih enak and unggul.. (padahal si emang gitu *hallah.. ini para pelanggan sendiri yg bilang lohh hihihi ) .. Puji Tuhan ! 🙂  Thank you, customers! 

Tapi mungkin memang itu jalan satu2nya buat mereka untuk mengambil keuntungan/omzet lebih, karena mereka gak memaintain para Mitra-mitra mereka dengan baik. Setelah kualitas rasa yang kabarnya sudah gak bagus/berkurang, di tambah kurangnya inovasi di menu-menu rasanya, dan yang jelas mereka terlalu mahal membandrol harga bahan baku untuk repeat ordernya. Rp. 65.000,0/kg? jelas-jelas gak nutup untuk para mitranya kalau mematok harga Rp. 5.000,-/cup. Makanya banyak Mitra yang gulung tikar, dan akhirnya merintis sendiri dengan membawa ‘bendera’ baru mereka masing-masing. Dan otomatis repeat order pun berhenti. Gak bisa menyalahkan Mitra, yang mereka tau mereka itu mau/ingin berwirausaha dengan mengambil usaha franchise dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Kalau sudah buntung ya ngapain di lanjut?

So the Winner takes it all.. 😀 

Dari jaman harga masih samapun, kita sudah bisa mengambil hati para customer kita sendiri dan ters berusaha menjaga kepercayaan customer terhadap kualitas rasa kita.

Peribahasanya: Berkat/Rejeki masing-masing sudah di atur sama di ATAS.. tinggal pinter-pinternya kita menjaga berkat itu tetap mengalir. Karena Rejeki gak langsung turun berkarung-karung dari langit. #ketiban donk ntar kalo gitu hehehe.. Tapi Tuhan memberi kita akal pikiran untuk bisa memilih dengan pintar dan menentukan jalan kita masing-masing.