Si ‘Anak Bawang’ Rangking 10

Hari Sabtu lalu Raha terima Raport. Uhmm perasaan baru kemarin dia beradaptasi di dunianya yang baru di Sekolah Dasar tau-tau sudah terima Raport. 🙂 Dan Puji Tuhan Raha masuk 10 Besar di peringkat 10 dari 30 murid.

Kenapa Anak Bawang? 😀 Karena Raha baru akan menginjak usia 6 tahun nanti bulan Februari 2014. Masih sedikiiiiit kurang umur memang waktu masuk ke SD, karena dia lompat dari PlayGroup ke TK-B. Syukurlah dia bisa mengikuti KBM dengan baik di TK-B, sehingga pada waktu masuk SD syarat Calistung sudah dia miliki bahkan bisa melebihi beberapa teman yang lebih matang umurnya dari dia.

IMG1373907159173Sejak Raha masuk SD saya tidak pernah terlalu menekan dia untuk belajar dengan ketat karena saya sadar di usianya yang masih belum 6 tahun dia masih senang bermain-main. Tapi adalah tanggung jawab orangtua untuk membimbing dia untuk dia tetap harus ingat belajar, karena saya pikir toh sudah ‘terlanjur’ di sekolahkan ke SD, jadi diapun harus tau dan mengerti tanggung jawabnya dia sebagai murid di Sekolah Dasar. Buat apa di masukkan SD kalau si orang tua pada akhirnya berpikiran si anak tidak perlu belajar karena baru kelas 1 (?)

Kadang saya agak ‘kebablasan’ terlalu ‘galak’ juga waktu menemani dan mengajar dia hehhe. Cuma kadang-kadang saja waktu Raha agak susah fokus 😀 Memang perlu restock terus kesabaran deh dalam mengajar anak di rumah. Biarpun saya tidak terlalu ‘mewajibkan’ dia mendapat nilai/score yang sempurna di sekolah, saya tetap mengharuskan Raha belajar setiap hari, walaupun hanya sekedar membaca dan mengulang materi-materi mata pelajarannya. Apalagi bobot pelajaran anak sekolah dasar jaman sekarang yang saya pikir terlalu berat dan terlalu tinggi bahasa/istilahnya -___-

Mengapa harus belajar setiap hari? Karena dengan setiap hari belajar,setidaknya anak akan sedikit demi sedikit merekam dan mengingat apa yang dia baca sehingga pada waktunya dia menghadapi Ulangan harian otaknya tidak akan overload dalam menampung semua  materi-materi yang bejibun itu. Tidak selalu lancar mengajak Raha belajar, dan selalu harus tarik ulur dulu. Sebisa mungkin saya memberi Raha pengertian tentang tanggung jawabnya dan pentingnya belajar. Syukurlah Raha pada akhirnya selalu nurut mau belajar.Tidak selalu harus ‘kaku’ belajar di meja belajarnya, kadang saya ajak dia duduk di tempat tidur dan dia membaca, atau saya yang membacakan materinya sesantai mungkin seperti membaca dongeng sambil mengajak dia ikut membaca bersama saya. Baru setelah itu kita tanya jawab. 🙂

Hasilnya not bad. Ulangan hariannya baik dan over all pada review Raport bayangan, nilai akademiknya baik dan tidak ada masalah. Hanya saja memang sifat manjanya yang masih belum hilang. Masih suka ngambek-ngambek di kelas dan kadang nangis kalau di ledek temannya hahaha..

Dan puncaknya waktu terima Raport kemarin, saya tidak terlalu mengharapkan Raha masuk ranking 10 besar. Karena buat saya peringkat bukan segalanya. Buat saya Raha mau belajar dan semangat berangkat sekolah setiap hari itu sudah cukup asal tidak terlalu ketinggalan saja. Bagaimanapun tujuan sekolah kan untuk mengasah kemampuan dia dan supaya dia semakin jadi ‘pintar’, jadi ya harus semakin meningkat dong, ya nggak? Saya yakin tidak ada satu orang tuapun yang ingin anaknya ‘tertinggal’ dari yang lain.

Tapi ternyata waktu menghadap Ibu Wali Kelasnya, beliau memberi selamat karena Raha masuk Rangking 10 Besar. Ah Puji Tuhan..senang dan bangga rasanya. 🙂 Si anak manja yang masih suka ngambek merajuk dan nangis itu (baca=Anak Bawang hahah) bisa masuk 10 BESAR!

scrapbook1Good Job, Raha.. Peringkat bukan segalanya, Nak.. tapi setidaknya itu bisa jadi acuan dan patokan sejauh mana hasil belajar dan usahamu! 🙂 Teruslah rajin belajar dan tingkatkan prestasimu di Semester selanjutnya.

Dan tentunya semua itu tidak lepas dari peran serta orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah sehari-hari dan dukungan-dukungan berupa kata-kata positif yang bisa membakar semangat si Anak dalam belajar. Jangan berharap anak kita akan ‘pintar’ kalau kita sebagai orang tua bersikap cuek bebek dan tidak turut ambil bagian dalam kemajuan pendidikannya.

jadi…Buat para orang tua, yok semangat ya! *selfnote* 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s