Ujian Yang Aneh

uas1Kenapa aneh? hayo kenapa yo? 

Gak usah banyak kata pengantar deh ya heheh..langsung aja, yang aneh itu si Pengawas Ujian a.k.a salah satu Gurunya  Raha yang tadi di Ujian (UAS) terakhir (Pelajaran PKN) kebagian jadi pengawas. Anehnya? 

Begini.

Berhubung ini hari Jumat, maka seperti biasa tidak ada break. Jadi begitu masuk 7.30 Ujian pertama ( Bhs. Inggris) sampai 8.30 langsung lanjut ke Ujian ke-dua (PKN). Padahal sih yaaa kasih aja kek break 10 menit buat Meal Time or Makan/Minum/Pipis/Poop, dsb!  Ujian gitu lohh bukan KBM. Paling ya pulangnya yang bakal agak delay sedikit. It’s not a big deal kayaknya. Biasa di KBM jg mereka sering delay pulang sampai 20 menit bahkan pernah sampai 1/2 jam kok! ya nggak sih? tega bener! huhu

Nah lanjut.

Waktu lagi nungguin di kantin, tiba-tiba jam 9.05 Keisha (temennya Raha) keluar nyamperin tantenya. Kaget donk…lho kok dah keluar, emang dah selesai Ujiannya? Kei bilang udah. heh? cepet amat sih..? padahal jam 8.30 baru mulai, masih tersisa banyak waktu, kenapa harus terburu-buru keluar ? Mending waktunya buat teliti lagi soal2 sebelum dikumpulin. Tapi ternyata Kei dah kumpulin ke Gurunya dan maybe dah gak boleh di take it back.

Akhirnya kita ke kelas (di luar kelas maksudnya :p ) !

Wow! Suasana kelas kok rusuh kacau semrawut tidak beraturan kayak gak ada pengawasnya? dan Raha ternyata dipindahin ke meja depan di samping pengawas! wek weew! .. Uhmm setelah  tanya2 ternyata katanya Raha agak nakal and ‘bersengketa’  sama temennya jadi harus di pisahin dari temen duduknya supaya aman. Well Oke lah, gak masalah!  tapi aduh.. Poor Raha, mukanya stress, manyun, bete, kesel.. dan yakin pasti dia gak konsen ngerjain soal-soal yang belum selesai dia kerjain.

Dan suasana kelas yang makin gak tentu, asli kacau lebih-lebih dari suasana kelas di KBM biasa! Ujian macam apa iniii?????  Gurunya asik milah-milah, susun-susun, checking-checkinh hasil Ujian yang sudah terkumpul.. 😮 Ouuhh penting banget gitu ya?

Dan anak-anak yang ‘sudah kelar’ kerjain Ujiannya, pada bebas kelar masuk kelas semaunya, yang belum selesai ada yang asyik konsentrasi, ada yg stress, ada yang main, ada yang berunding dengan temannya dan asik saling mengoreksi jawaban, ada yg nanya sama mamanya yg kebetulan nunggu di pintu kelas..dan Raha terpaku dengan sisa air mata yang menggenang di ‘meja baru’nya di samping gurunya sambil membolak balik kertas ujiannya. Stressfull!

Oh God! bagaimana bisa dia konsentrasi ngerjain sisa-sisa soalnya dengan keadaan kelas ricuh begitu??

Dimana kah Pengawasnya? eh Guru? I forgot that she is a teacher!  

Dia ada di meja nya lahh! memilih asyik memilah-milah and check-cjeck kertas Ujian anak-anak yang sudah selesai.

Hey ! You better ask them to sit down and checking their paper by themselves deh!  sambil keliling mengontrol mereka. Dari pada sok menyibukkan diri checking-checking paper mereka (?)  Masih banyak waktu tersisa, dan kelas ini adalah kelas anak-anak kelas 1 yang pikirannya masih gampang terpengaruh kalau liat teman-temannya pada berkeliaran main keluar masuk kelas! Dan mereka perlu suasana tenang mengerjakan Ujian!

Bu Guru gak pernah sekolah kali ya?? Langsung jadi guru kah? *emosi makin jadi nih*  

Dimana sih wibawamu hey ibu guru? Don’t you see, itu bocah-bocah sama sekali gak menganggap kamu ada di situ? bangku  meja acak-acakan gak karuan dan mereka bebas bikin formasi-formasi meja semau mereka! hastaga.. @_____@

Harusnya anak-anak di arahkan untuk mengecek kembali hasil Ujiannya, siapa tau ada yang masih salah atau terlewat.  Atau kalau memang banyak yang sudah selesai, kan bisa di kasih kegiatan untuk mengisi waktu misal mewarnai/menggambar seperti yang di lakukan oleh beberapa guru yang lain. *guru yang berpengalaman ya tentunya* Supaya susana kelas tetap tenang sebagaimana susana Ujian pada umumnya! Hening Tenang Hikmat Disiplin Teratur dan anak-anakpun keluar kelas dengan tertib. Bukannya dibiarin kayak ayam-ayam yang lepas dari kandangnya. Sedangkan di kelas masih banyak anak-anak yang belum selesai mengerjakan soal-soal ujiannya.

Ahh bener-bener kesel dan bete hari ini liat suasana kelas Raha. Raha lagi, tipikal anak yang tidak akan mungkin bisa konsentrasi di suasana ricuh kayak gitu! Entah gimana dia bisa ngerjain soal-soalnya tadi? :(((

Saya tidak terlalu mengharapkan anak saya dapat nilai SEMPURNA, tapi setidaknya saya ingin anak saya bisa mengerjakan soal-soal ujiannya dengan tenang dan suasana kelas yang mendukung untuk dia bisa konsentrasi penuh! Apapun hasilnya dan berapapun nanti Nilainya. 

Kalau kayak begini apa bisa dibiarkan? Mereka akan masih terus di situ dalam jangka waktu yang lama, bakal kacau kalau setiap Ujian dapat Pengawas/Guru yang mentalnya seperti itu. Tidak Bijaksana dan tidak ada Wibawa sama sekali.

Sampai mereka semua selesai dan menjelang pulang, keadaan kelas makin kacau. Saya liat si Guru minta anak-anak untuk tenang dan membereskan meja dan kursi yang sudah seperti susunan meja rapat! dempet semua dari ujung ke ujung. KREATIF!  Dan mereka cuek aja tuh! Sampai si guru turun langsung ikut rapiin and susun meja/kursi dengan muka stress. (stress di buat sendiri)

Ya gimana gak cuek? Tanya KENAPA?

Of Course, Kalau saja si Guru punya Wibawa saya yakin anak-anak pasti akan segan dan nurut, just like the other teachers yang punya sikap Tegas, Cerdas (cerdas donk ..makanya jadi guru..#harusnya sih!), Bijaksana, Wibawa, Kreatif! Mereka seharusnya sudah tau apa yang harus mereka lakukan dalam menghadapi situasi kelas macam apapun. Mereka adalah panutan para murid, Wali mereka pada waktu mereka di dalam lingkungan sekolah.  Kami orang tua memilih sekolah untuk anak-anak kami, berarti kami sudah mempercayakan perkembangan pendidikannya pada guru/pengajar di sekolah tersebut. Tentunya sistem, aturan  dan prosedur yang terbaik lah yang kami harapkan.  #curcol

Masih bisa di maklumi kalau bukan pas Ujian deh. Tapi please deh, ini Ujian (Ulangan Umum).

Ujian yang aneh..  -___-

jez asking. Hal-hal seperti ini apa bisa di laporkan ya ? atau saya hanya salah satu orang tua murid yang terlalu berlebih bin  lebay dalam menyikapi hal semacam ini?

Feel Free to share your opinion yes! 🙂

NO OFFENSE ya buat teman-teman yang berprofesi sebagai pegajar atau guru. Saya cuma mengekspresikan apa yang saya alami dan lihat  dan tidak bermaksud men-generalisir semua guru seperti itu. 🙂

Sepele tapi serius 🙂

Advertisements

6 thoughts on “Ujian Yang Aneh

    • Masih muda gitu mak..maybe sekitar umur 25-an ya..mungkin! sebelumnya denger ada satu kasus yg melibatkan guru ini jg. gemes banget juga kemarin aku mak…sebel bete.. 😦

      Like

  1. Wah, sejak jaman saya sekolah dulu, ujian ya tenang. Kok bisa begitu ya Mak? mungkin bisa dilaporkan ke guru yang lain Mak, supaya ke depannya bisa lebih baik lagi.

    Like

    • betul mak, makanya orang awam seperti kita (baca=bukan guru) saja bisa berfikiran bahwa suasan Ujian itu ya harus tenang, seerti yang kita alami dulu jaman sekolah. Apalagi ini menyangkut anak kita sendiri, kalau anak orang lain saya nggak mau ambil pusing ‘ikut campur’ dengan nulis di blog.
      Later mungkin akan saya share ke Wali Kelas, mudah-mudahan bisa membantu menyampaikan ke yang bersangkutan atau jadi penyambung lidah di Internal meeting mereka 🙂 Kalau langsung lapor kepsek malah kesannya saya ngajak ribut or cari perkara yg mungkin bisa ber efek ke pemecatan.

      Mudah-mudahan gak ada lagi susana seperti itu waktu Ujian2 mendatang. Makasih dah mampir mak 🙂

      Like

  2. hmm.. tapi tetep juga sih mba nyebutnya “guru” aja, mending nyebut ibu X atau miss Y, atau siapa gitu mba daripada hanya “guru”… atau lebih mending lagi sih kalau dibicarakan langsung dg kepsek, baru nulis di blog ..
    No offense ya mba… 🙂
    Masalahnya sih ga semua guru memang seperti itu ya.. dan juga tindakan si ibu X itu memang ga tepat, ngawasin ujian tidak boleh seperti itu… semuanya walaupun itu guru PPL atau sudah lama pun tidak boleh memang seperti itu cara ngawasnya, membiarkan proses contek2an terjadi.. 🙂 🙂

    Like

    • hihiih.. saya tipikal orang yang gak suka nyaru2 sih mbak.. pengawas ya dah otomastis guru.. saya juga bilang di akhir blog bahwa saya tidak mengeneralisir semua guru 😀 But At least saya tidak menyebutkan nama or mata pelajarannya. kalau saya sih gak begitu pusing kapan harus menuliskan di blog apakah harus lapor kepsek dulu or gak, menurut sy itu bukan prosedur mutlak sih.. kenapa sy brani nulis di blog apapun dan kapanpun? karena saya yg bener2 mengalaminya, terlepas saya akan di cap lebay or tidak hihihi..

      Mbak mau tau kasus sebelumnya dngn si Miss ini? singkat aja ya mbak..

      ============================================================
      3 Minggu lalu ada anak murid laki2yang jatuh pada waktu mata pelajaran belio ini, mulutnya berdarah parah, ga ada satupun yg bawa anak ini ke UKS, dan apa yang si Miss ini bilang begitu liat anak ini berdarah? spontan : “….ihhh jijiikkk…” dan nyuruh si anak membersihkan sendiri.thats it tanpa ada usaha lain apapun. pulang sekolah si anak melapor ke Ortunya yg kebetulan Dokter, besoknya si Ortu lapor ke KEPSEK tentang sikap dan si KEPSEK menanggapi masalah ini dengan BIASA SAJA, dlm arti kata tidak ada tindakan lanjutan terhadap si Miss yg sedang bermasalah ini, tidak dipanggil tidak ditegur, dan semua berjalan seperti biasa seperti tdk terjadi apa-apa.

      Karena sikapnya, tindakan lanjutan si ORTU adalah melaporkan si KEPSEK ke Owner Sekolah 🙂 Now dalam proses PENGGANTIAN KEPALA SEKOLAH, artinya si KEPSEK entah akan di pecat or di role dalam waktu dekat ini 😀
      ===================================================

      So, menurut saya ga ada korelasinya sih dengan menuliskan segala kisah peristiwa yang dialami ke dalam blog dengan prosedur harus ngapain dulu. No offense juga lho ya mbak 😀 jus an opinion. Makasih juga atas masukannya mbakk 🙂

      Lagipula saya hanya menceritakan apa yang saya lihat dan alami, mau yang baik mau yang tidak baik ..ya itulah isinya, tidak ada bumbu2 lain, karena resikonya blog ini akan bisa di baca oleh semua orang yg mungkin tau ANDAIKATA saya mengada-ada.

      trus soal contek mencontek, saya juga gak peduli sih dengan anak2 lain yg mencontek, itu sih urusan si guru deh. CONCERN saya disini adalah UJIAN itu harus tenang, karena anak saya ada di situ sedang berjuang mengerjakan soal-soal ujiannya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s