“Bunuh Diri?”

Kompetitor sudah beberapa hari ini menaikkan harga minumannya jadi Rp. 6.000,-/Cup. Uhmm semacam bunuh diri jadinya hehehe… But good for us LoL, memudahkan kita untuk nggak usah ngos-ngosan (lagi) promo sana-sini demi selangkah or dua bahkan tiga langkah di depan 😀

Gak  tau juga ya kenapa mereka mengambil keputusan ‘bodoh’ begitu? apa mungkin over confident bahwa kualitas produknya lebih unggul dari yang lain? ya bisa jadi, sah-sah saja toh..? Tapi kenapa saya bilang ‘bodoh’ ? Karena mereka punya kompetitor di lokasinya.. dengan menaikkan harga dari 5000 jadi 6000 itu udah otomatis bikin pelanggan kabur karena pelanggan itu sifatnya gak mau rugi dan gak mau ribet, maunya simple, enak, dan lebih murah.

ImageKalau ada yang lebih enak dan lebih murah, ngapain beli yang lebih mahal dan ‘tidak lebih’ enak? #eh =)) Pelanggan akan lebih mudah mengeluarkan uang ‘gocengan’ bulet ketimbang harus korek2 saku nyari uang ribuan tambahannya.

Lagipula, kita sebagai kompetitor mereka (yg notabene seperti bener-bener ngajak perang haha) karena kita buka usaha yang sama dengan mereka tidak jauh dari lokasi mereka. Well kita kan bersaing sehat saja. Soal rasa, biarkan pelanggan/customer sendiri yang merasakan dan membedakan sensasi rasa masing-masing. Gak perlu kita terlalu heboh koar-koar bahwa kualitas rasa kita jauh lebih enak and unggul.. (padahal si emang gitu *hallah.. ini para pelanggan sendiri yg bilang lohh hihihi ) .. Puji Tuhan ! 🙂  Thank you, customers! 

Tapi mungkin memang itu jalan satu2nya buat mereka untuk mengambil keuntungan/omzet lebih, karena mereka gak memaintain para Mitra-mitra mereka dengan baik. Setelah kualitas rasa yang kabarnya sudah gak bagus/berkurang, di tambah kurangnya inovasi di menu-menu rasanya, dan yang jelas mereka terlalu mahal membandrol harga bahan baku untuk repeat ordernya. Rp. 65.000,0/kg? jelas-jelas gak nutup untuk para mitranya kalau mematok harga Rp. 5.000,-/cup. Makanya banyak Mitra yang gulung tikar, dan akhirnya merintis sendiri dengan membawa ‘bendera’ baru mereka masing-masing. Dan otomatis repeat order pun berhenti. Gak bisa menyalahkan Mitra, yang mereka tau mereka itu mau/ingin berwirausaha dengan mengambil usaha franchise dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Kalau sudah buntung ya ngapain di lanjut?

So the Winner takes it all.. 😀 

Dari jaman harga masih samapun, kita sudah bisa mengambil hati para customer kita sendiri dan ters berusaha menjaga kepercayaan customer terhadap kualitas rasa kita.

Peribahasanya: Berkat/Rejeki masing-masing sudah di atur sama di ATAS.. tinggal pinter-pinternya kita menjaga berkat itu tetap mengalir. Karena Rejeki gak langsung turun berkarung-karung dari langit. #ketiban donk ntar kalo gitu hehehe.. Tapi Tuhan memberi kita akal pikiran untuk bisa memilih dengan pintar dan menentukan jalan kita masing-masing.

Advertisements

2 thoughts on ““Bunuh Diri?”

    • adududu jangan begitu..belum bisa dijadiin guru ahh..masih terus sambil belajar kiiii…. 😀 belajar bareng2 ae yo yann 😀 ayo semangat belajar ! hiihihi

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s