Rest in Peace (RIP)

Belakangan sering denger kabar dukacita dari kerabat jauh maupun dekat, bahkan dari teman-teman seperjuangan satu sekolah. Tiba-tiba si A teman kampus sudah pergi menghadap Tuhan, si B teman satu SMA, si C relasi kantor dulu juga sudah pergi, si D mantan vendor saya tiba-tiba terkena stroke dan akhirnyapun RIP. Atau orang-orang dari kalangan artis, baru -baru ini artis Ricky Johanes dan Ustadz Uje juga dipanggil Tuhan dalam usia muda mereka.ย 

Random thoughts come up in my mind? When would be my turn? Kadang suka iseng aja ini pikiran …kira-kira kapan dan dengan cara apakah nanti Tuhan menjemput saya ya?

Nanti : 5 – 10 more minutes, could be tonight, besok, lusa, minggu depan, bulan depan? ๐Ÿ˜€ Dear Lord God, hanya Kasih KaruniaMU saja kalau aku masih ada di sini bersama suami, anak-anak, orang tua dan saudara-saudara terkasihku. Terima Kasih ya Tuhan.ย 

Ya begitulah kira-kira pertanyaan misteri yang sering ada di pikiran saya. Kabar terakhir yang saya dengar beberapa bulan lalu waktu saya melihat reminder Ulang Tahun di Facebook saya. Di situ muncul nama yang saya kenal, seperti biasa saya suka spontan mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada mereka. Gak selalu sih, hanya yang saya kira saya mengenalnya saja. Itupun kalau pas kebetulan lihat. ๐Ÿ™‚ย 

Beliau seorang relasi kerja waktu saya masih di dunia persilatan hehe.. Waktu itu saya melihat di Wall FB, kakak saya (kebetulan relasi kerja beliau juga) mengucapkan Ulang Tahun, dan berniat untuk nebeng ucapan di situ. Tapi sebelum jadi mengucapkan, alangkah terkejutnya waktu saya membaca komentar di bawahnya, seseorang yang mewakili menjawab sekalian memberi tau bahwa beliau sudah pergi bebebapa hari lalu menjelang Ultahnya.. hanya 4 hari yang lalu. -_- ย Padahal beberapa hari lalu itu saya msh sering membaca postingan dia di FB, karena beliau lumayan aktif memposting kegiatannya. ย Ahh..semoga Istrinya yang setau saya baru saja melahirkan anak ke-3 mereka itu dan juga anak-anaknya yang masih kecil itu ย di beri kekuatan dan penghiburan sejati. Rest in Peace, Sobat..ย 

Apakah saya takut mati? sepertinya bukan matinya yang saya takutkan, somehow.. Terlepas dari saya siap atau tidak siap yaa… KITA MEMANG HARUS SIAP!ย 

Bukan matinya yang saya takutkan! Saya lebih takut kehilngan waktu saya bersama anak-anak saya..bersama keluarga saya. In short words, saya masih ingin bersama-sama mereka, ingin melihat mereka tumbuh menjadi dewasa, membesarkan mereka. Kalau melihat wajah-wajah sedih Istri/Suami/Anak-anak dari mereka yang dipanggil Tuhan, saya suka kepikiran : bagaimana mereka kalau saya ‘pergi’? Raruna pasti akan desperately nyari-nyari mamanya kali ya..? ๐Ÿ˜€ Aduh pikiran ini membuat hati saya sedih.. -_-

Thats why.. saya tidak takut mati..tapi saya takut membayangkan mereka tanpa mamanya.. ๐Ÿ˜ฆ *GR ya* ๐Ÿ˜€ย 

Well it cuma random thoughts yang selintasan suka datang dalam pikiran ketika saya mendengar berita-berita duka yang selalu menyisakan cerita sedih. Tidak membuat saya jadi manusia yang khawatir akan kehidupan. Menjalani kehidupan dengan selalu mengucap syukur dan berserah kepada pemilik Hidup akan membuat hidup kita menjadi damai, tenang dan teduh.ย 

Hilangkan sungut-sungut ya, Bet! #selfnote hehe.. LIfe is short! I decided to be cheerful, bersukacita ah selalu hai jiwaku, manfaatkan hari-hari dengan hal-hal yang baik dan menyegarkan jiwa. Lebih baik lagi dalam segala hal.. jadi ISTRI yang LEBIH BAIK, jadi MAMA yang LEBIH BAIK buat RARUNA, jadi ANAK yang LEBIH BAIK dan BERBAKTI buat Mamakku..(huhuhu Mamakkkk..ampuni anakmu ini yaaa… please jangan pergi dulu sebelum anakmu ini merasa benar2 bisa membuktikan untuk membanggakanmu..-_- ).

Jadi ADIK dan KAKAK yang LEBIH BAIK buat saudara-saudaraku, jadi SAHABAT yang LEBIH BAIK buat teman-temanku..

Biarlah *mudah-mudahan* saya bisa menjadi sesuatu yang BAIK buat mereka, buat kalian semua.. ย Biarlah kelak bila nanti saya emndapatkan giliran ‘absen’ oleh Tuhan, *mudah-mudahan* bisa menyisakan kenangan yang baik di dunia ini ๐Ÿ™‚ย 

To all yang sudah mendahului.. May you all Rest in Peace. I see you all ‘there’ later..ย 

6.53am. Mari back to routine ๐Ÿ˜€ย 

Advertisements

10 thoughts on “Rest in Peace (RIP)

  1. wooww….pikiran yg sama suka terlintas di kepala saya…., saya kira cuma saya yag berfikir begini…..,, tadinya juga mo buat postingan tentang ini….udah keduluan si mbak dech….mungkin saya dari sudut pandang yang laen ya…..thanks before…

    Like

    • ahahha,,toss dulu ๐Ÿ˜€ ayo donk di posting mbak biar bisa saling tuker pikiran eaaaa… blognya apa mbak’e? ๐Ÿ™‚

      Like

  2. Salam kenal….
    pikiran ini juga sering terlintas di benak saya, apabila mendengar ada yang meninggal. Saya suka berpikir akan meninggalkan apa ketika saya pergi kelak, kebaikan di mata semua orang atau ada hal buruk, hal2 semacam inilah yang membuat kita memacu diri untuk menjadi yang terbaik, berpikir seribu kali untuk bertindak di luar jalur, takuttttt ada jejak tak baik kita tinggalkan…. ahh malah jadi curhat ya ๐Ÿ™‚
    #suka tulisan ini ๐Ÿ™‚

    Like

    • Salam kenal juga Mbak Dewi.. Makasih udah sudi mampir di blog iniihh ๐Ÿ˜€
      Iya mbak..sumhow ada baiknya jg kita mengingat hal ini ya bahwa kapanpun kita nisa di panggil. Jadi kita terus bisa berusaha memperbaiki diri, memberikan kenangan yang baik buat orang-orang yg kita tinggalkan nanti.. uhukk curhat juga deh ..-_-

      Like

  3. hmm.. kadang2 sering juga melintas pikiran seperti ini mbak.. dan tetap saja entah kapan suatu saat nanti kita semua pasti menghadapinya..
    bener kata mbak :
    Biarlah *mudah-mudahan* saya bisa menjadi sesuatu yang BAIK buat mereka, buat kalian semua.. Biarlah kelak bila nanti saya emndapatkan giliran โ€˜absenโ€™ oleh Tuhan, *mudah-mudahan* bisa menyisakan kenangan yang baik di dunia ini

    Like

    • iya pasti akan ada giliran kita ya mbak.. pikiran kayak gini ini selalu pasti muncul deh setiap kali kapanpun dimanapun dengar berita duka yang menyedihkan, terutama kalau itu seorang Istri/Suami yang dipanggil Tuhan & ninggalin anak-anak yang masih kecil.. ๐Ÿ˜ฆ

      Makasih udah mampir dan komen di blogku ya mbak ๐Ÿ™‚ *ketjup* #eh

      Like

  4. Pertanyaan yang sama yang terlintas dalam benak setiap orang tua mbak, bukan kematian yang dikhawatirkan, tetapi bagaimana anaknya nanti jika tanpa orang tuanya ๐Ÿ˜ฆ

    Aku pun sering kepikiran begitu. Sambil ngaca, sudah siapkah? Sudah pantaskah “dijemput” dengan cara yang terbaik dan memperoleh tempat terindah nanti ๐Ÿ˜ฆ
    Jawabannya adalah ………………

    Like

    • **sekalian pamer udah bisa setting komen kek gini** hiiihihi

      Iya..kalau dah jadi orang tua ternyata begini loh Yan.. Nyali serasa ciutt.. lakuin apapun sekarng lebih hati-hati.. gak bisa slebor2an kayak jaman bujangan dulu.. yang dipikirin anak-anak nunggu di rumah.. ๐Ÿ™‚ Later kelak suatu hari suatu saat nanti someday kau akan merasakannya … *kapan donk?* #eh wkwkwk

      dan justru yg paling akuk takut-in itu adalah “ditinggalin orang tercinta” #gakmau bayangin -_-

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s